Tanggapan Gubernur Jatim Terkait Pelaksanaan Idul Fitri

  • Whatsapp
Foto : Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa
Foto : Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa

MALANGSATU.ID – Penerapan PSBB yang sampai melewati Hari Raya Idul Fitri dan terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri, Tiga Kepala daerah di Malang Raya tak melarang pelaksanaan sholat Idul Fitri saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berlangsung sepanjang tetap menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, bahwa masyarakat disarankan mengikuti arahan tokoh agama di masing-masing daerah. Atau juga bisa berdasarkan rekomendasi sholat Idul Fitri di rumah yang dikeluarkan Mejelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sudah ada edaran MUI, Muhammadiyah, NU, kembali ke Pergub sesungguhnya pada saat PSBB, ada proses pembatasan, bukan pelarangan dan penghentian sholat idul fitri,” ujarnya, Sabtu 16/5/2020.

Gubernur Jatim, Khofifah tetap memperingatkan adanya pembatasan. Khususnya pada wilayah yang terlihat berisiko tinggi dan dikhawatirkan adanya penyebaran Covid-19.

“Kita lihat titik-titik yang beresiko tinggi dan titik-titik yang masih hijau”, ujarnya.

Gubernur Jatim menyampaikan, jika masyarakat ragu untuk melaksanakan salat idul fitri di masjid, akan lebih baik dilaksanakan di rumah saja.

“Dalam kaidah ushul fiqh, mendahulukan untuk menghindari keburukan atau penularan. Potensi menghindari keburukan harus diutamakan,” jelasnya.

Sebagai informasi, tiga kepala daerah Malang Raya tak melarang pelaksaan salat idul fitri selama PSBB Malang Raya. Namun dengan catatan tetap memperhatikan physical distancing, mengenakan masker, disemprot disinfektan hingga membawa sajadah sendiri. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait