Rasio Kematian Tertinggi Se Indonesia, Malang Raya Layak PSBB

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi

MALANGSATU.ID – Persetujuan Gubernur Jatim atas pengajuan PSBB Malang Raya berdasarkan hasil scoring Pemprov Jatim bersama tim ahli dari Unair, dimana penyebaran Covid-19 sudah berada diambang batas, sehingga Bupati Malang HM Sanusi menngatakan bahwa PSBB Malang Raya sudah layak diterapkan.

Bacaan Lainnya

Bupati Malang, usai mengikuti Nuzulul Quran Pemprov Jatim secara online, mengatakan bahwa Malang Raya rasio angka kematiannya mencapai 14 persen dan tertinggi se Indonesia.

“Hasil scoringnya mencapai angka 10, item penilaiannya sangat banyak terutama bobot epideminya, sedangkan rasio angka kematian sudah 14 persen dan ini tertinggi se Indonesia,” ujarnya, Sabtu 9/5/2020 malam.

Bupati Malang, HM Sanusi menjelaskan hak ini untuk menampik isu bahwa PSBB Malang Raya sengaja dipaksakan setelah adanya salah satu Pemda di Malang Raya yang ngeyel penerapan PSBB hingga sempat ditegur Guberbur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Lebih lanjut, Bupati Malang mengatakan bahwa meskipun demikian, untuk Kabupaten Malang boleh mengajukan PSBB secara parsial, artinya hanya sekitar 12 kecamatan dari 33 kecamatan saja yang masuk zona merah penyebaran Covid-19 yang menerapkan PSBB.

“Di Kabupaten Malang akan dilakukan secara parsial, hanya kecamatan yang masuk zona merah saja, seperti di kecamatan Dau, Lawang, Karangploso, Singosari, Pujon, Ngantang dan kecamatan yang masuk zona merah saja yang kita terapkan PSBB”, jelasnya.

Sedangkan yang zona hijau, menurut Bupati Malang akan terus di mempertahankan predikat zona hijau.

“Caranya dengan terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan mentaati himbauan dan larangan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 ini, terutama kewajiban menggunakan masker,” jelasnya.

Bupati Malang, HM Sanusi menambahkan bahwa PSBB tersebut hanya akan ditargetkan selama 14 hari, caranya pintu masuk penyebaran Covid-19 tersebut dihentikan, sedangkan yang didalam tidak ada lagi pergerakan perkembangan penyebaran Covid-19.

“Pendatang yang rentan membawa virus Covid kita hentikan, sedangkan yang didalam, tidak ada pekembangan lagi dan kita obati sampai sembuh,” tandasnya.(*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait