Quick Respon Pengaduaan Distribusi Sembako, Pemdes Kebobang Wonosari Layak Diapresiasi

  • Whatsapp
Foto : Kades kebobang membagikan sembako

MALANGSATU.ID – Pada musim pandemi Covid-19, dibutuhkan pengambilan keputusan cepat dan tepat terkait adanya pengaduan dalam menjalankan pembagian sembako bagi terdampak Covid-19.

“Alhamdulillah Penerintah desa Kami quick respon menerima dan menindaklanjuti pengaduan dalam pembagian sembako,” tutur Fauzan Wijaya warga Desa Kebobang Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, Jumat 1/5/2020.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, saat ini pemerintah gencar memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Desa Kebobang Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang terdiri dari 4 dusun meliputi Kebobang, Tumpangrejo, Bumirejo, dan Lopawon.

Desa Kebobang mempunyai 15 RW, 52 RT dengan jumlah penduduk 9058 orang, laki-laki 4096 orang, dan perempuan 4962 orang dengan jumlah KK 2742.

Berdasar data pemerintah desa ada sebanyak 250 KK sasaran untuk menerima BLT berupa sembako dan uang tunai yang terbagi merata di 4 dusun tersebut.

Untuk sembako dalam satu paket berisi beras, gula, dan minyak.

Fauzan menjelaskan bantuan mulai disalurkan sejak 21 April 2020 dan hingga kini sudah terdistribusikan semua.

Ia mengungkapkan dari cross chek di lapangan ditemukan beberapa KK yang semestinya mendapat bantuan namun belum didata.

Atas dasar temuan di lapangan tersebut, Fauzan mengajukan kepada Kepala Desa yang mendapatkan tanggapan dan solusi cepat.

“Saya senang, kepala desa cepat tanggap dalam menindaklanjuti pengaduan Kami. Mengingat warga yang Kami ajukan kehidupannya serba kekurangan,” jelas Fauzan.

Fauzan mengungkapkan dirinya berharap agar setiap bantuan untuk terdampak Covid-19 bisa tepat sasaran dan pandemi ini segera berlalu.

“Semoga upaya yang dijalankan kades bisa menjadi teladan dan memotivasi kades lainnya agar bisa memberikan bantuan sembako tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan langsung,” pungkas Fauzan.

Sementara itu Kades Kebobang Mujiati dalam chat WhatsApp seperti disampaikan Fauzan, menuturkan pihaknya merasa senang mendapat amanat untuk bisa mendistribusikan bantuan sembako selama pandemi Covid-19.

“Kami berupaya mendistribusikan sembako sesuai kriteria, tepat sasaran dan merata. Kami berterima kasih atas adanya usul positif dari warga. Semoga Kita kompak dan Corona cepat pergi,” tukas Mujiati.

Sekilas informasi, beberapa waktu lalu, viral berita oknum kades di Kecamatan Tajinan yang diduga menyunat jumlah bantuan beras.

Bantuan sebanyak 10 kg beras, namun yang dibagikan hanya 5 kg. Adanya praktik nakal ini mendapat tanggapan keras dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang H. Nurhasyim yang memwarning oknum untuk mengembalikan beras tersebut. Karena jika tidak maka akan diseret ke meja hijau. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait