PSBB, Bupati Malang Harap Masyarakat Patuhi Aturan Karena Ada Sanksi Bagi Pelanggar

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi usai gelar rakor persiapan PSBB
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi usai gelar rakor persiapan PSBB

MALANGSATU.ID – Penerapan PSBB di wilayah Malang Raya akan segera dilaksanakan sesuai dengan persetujuan Gubernur Jawa Timur dan SK Menkes RI yang sudah keluar, Forkopinda telah menyiapkan segaka sesuatunya untuk penerapan PSBB di Kabupaten Malang termasuk sanksi bagi warga yang melanggar.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Malang HM Sanusi yang mengatakan bahwa masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyebaran Covid-19, dimana menurut tim ahli dari Pemprov Jatim grafiknya semakin hari semakin meningkat hingga berscore 10.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk mentaati segala peraturan yang kita tetapkan terkait penanganan dan pencegahan pendemi Covid-19 ini”, ujarnya.

Bupati Malang menyampaikan bahwa masyarakat harus mentaati semua aturan, jika melanggar akan ada sanksi tegas.

“Polres Malang akan lakukan penertiban dan bagi yang melanggar, akan ada sanksi tegas”, ujarnya.

Bupati Malang mengatakan akan optimal menghentikan peredaran Covid-19 ini dengan melarang semua pergerakan masyarakat dari luar daerah untuk masuk ke Kabupaten Malang.

“Jika tanpa alasan jelas kecuali ASN,TNI, POLRI, harus melewati tahapan screening terlebih dahulu,” ujarnya, Senin dinihari 11/5/2020.

Lebih lanjut, Bupati Asal Gondanglegi ini, menambahkan untuk warga yang berada didalam wilayah Kabupaten Malang, tim medis yang dikomandoi Kadinkes Arbani Mukti Wibowo dan Direktur RSUD Kanjuruhan Dian Suprodjo akan bekerja keras mengobati pasien kasus Covid-19 hingga sembuh dan tidak ada pergerakan penambahan Kasus Covid-19.

“Rusunawa sudah kita siapkan untuk mengisolasi pasien covid, kita obati dan kita jaga supaya tidak menular ke yang lain,” tambahnya.

Untuk anggaran pelaksanaan PSBB, Buoati Malang, HM Sanusi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 104 miliar untuk penanganan Covid-19.

“Namun demikian anggaran yang dibutuhkan bisa bertambah menyesuaikan perkembangan yang ada”, ujarnya.

Disinggung tentang waktu penerapan PSBB Malang Raya, Bupati Malang menjelaskan, jika masih akan menunggu kesepakatan antara Pemkot Malang dan Pemkot Batu. Ditambah masih harus menunggu diterbitkannya Peraturan Gubernur Jawa Timur.

“Terhadap pemberlakuan PSBB tersebut nantinya, karena wilayah Kabupaten Malang yang sangat kuas, dibutuhkan persiapan dan dilkaukan sosialisasi kepada warga Kabupaten Malang”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait