Perketat Posko Check Point, Polres Malang Akan Halau Kendaraan Dari Luar Kota

  • Whatsapp
Foto : Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar
Foto : Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar

MALANGSATU.ID – Meskipun saat ini masih belum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, namun Polres Malang akan semakin memperketat pemantauan di check point dan memastikan akan menghalau kendaraan dari luar kota yang masuk ke Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Malang AKBP Hendri Umar yang mengatakan, bahwa jajarannya saat ini makin memperketat penjagaan check point dan menghalau para kendaraan dari luar Kabupaten Malang, bahkan pihaknya juga meminta putar balik ke daerah asal,

“Kami perketat penjagaan di pos check point, hal ini dilakukan untuk mencegah eksodus pendatang”, ujarnya, Minggu 10/5/2020 usai mengikuti vidcom di pendopo Kabupaten Malang.

Kapolres Malang juga mengatakan bahwa ada enam titik posko check point terus beroperasi.

“Posko Check Poin terus beroperasi, dalam satu hari bisa sampai 80 hingga 90 kendaraan dari luar daerah yang tidak ada kepentingan disuruh balik,” ujarnya.

AKBP Hendri Umar menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir ini kedatangan para pedatang ke Kabupaten Malang sudah mulai menurun.

“Sudah ada penurunan, kendaraan yang dari luar kota”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolres Malang Hendri menyampaikan bahwa nantinya pada saat pemberlakuan PSBB, pihaknya akan menerapkan sanksi pidana bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran dan tak mengindahkan peraturan larangan berkerumun.

“Jika masih ada yang membandel saat peneraoan PSBB nanti, kami akan memberlakukan sanksi sesuai Pasal 212 KUHP dan atau Pasal 214 KUHP, Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 216 KUHP,” jelasnya.

Namun demikian, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menambahkan, bahwa sebelum menerapkan sanksi tersebut, dirinya telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan sosialisasi, terkait dengan penerapan PSBB.

“Sebelum penerapan PSBB Kan ada tahapannya, seperti sosialisasi, himbauan dan penindakan”, ujarnya.

Kapolres Malang menyampaikan bahwa Sosialisasi yang akan dilakukan juga tergantung kapan turunnya keputusan dari Kemenkes.

“Kita tunggu SK dari Kemenkes RI, Setelah itu sosialisasi tiga hari, baru setelah itu penindakan”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait