Penerapan PSBB, Muspika Donomulyo Kab. Malang Perketat Penjagaan Check Point

  • Whatsapp
Foto : Camat Donomulyo, Darianto, S.Sos
Foto : Camat Donomulyo, Darianto, S.Sos

MALANGSATU.ID – Muspika Donomulyo Kabupaten Malang memperketat penjagaan check point di perbatasan wilayah, dalam mendukung dan mensukseskan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan oleh Camat Donomulyo
Darianto S.Sos, yang mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh Kepala Desa di wilayah Kecamatan Donomulyo untuk melaksanakan petunjuk pemerintah Kabupaten Malang terkait pelaksanaan PSBB.

“Kami menghimbau kepada seluruh Kepala Desa di wilayah Kecamatan Donomulyo untuk melaksanakan petunjuk dari pemerintah Kabupaten Malang terutama dengan penerapan PSBB ini,” terangnya, Selasa 19/5/2020.

Seperti diketahui, seiring berjalannya waktu, kini penularan Covid-19 juga terjadi lewat transmisi lokal (local transmission).

Kondisi ini berbeda dengan awal penularan Covid-19 di Indonesia yang terjadi lewat imported case atau berasal dari orang yang berpergian dari luar negeri.

Untuk terus mengantisipasi penularan pandemi virus Corona ini, Muspika Donomulyo memperketat penjagaan di wilayah perbatasan Kabupaten Blitar.

Darianto S.Sos menjelaskan,
jauh sebelum penerapan PSBB di Malang Raya, pihaknya sudah mendirikan Posko di Desa Sumberoto, salah satu desa perbatasan dengan Kabupaten Blitar.

Dengan melibatkan unsur Muspika dan dinas yang ada di wilayah yang terdiri dari 10 desa ini, pihaknya menetapkan piket yang terbagi menjadi 2 shift, yaitu pagi, sore hingga malam hari.

“Selain penerapan PSBB di Kabupaten Malang, Desa Sumberoto merupakan perbatasan wilayah Kabupaten Blitar. Apalagi dengan terpaparnya Covid–19 tiga warga desa tetangga itu, Kami lebih memaksimalkan penjagaan dengan melibatkan semua unsur,” terang Darianto.

Ia mengatakan, Kecamatan Donomulyo menjadi salah satu sentra perdagangan yang banyak dikunjungi para pedagang asal luar daerah, salah satunya dari wilayah Kabupaten Blitar.

“Bersama Muspika Kami terus melakukan sosialisasi khususnya di pasar tradisional Donomulyo dengan mewajibkan seluruh warga yang berlalu-lintas di Donomulyo agar memakai masker. Jika tidak kami suruh kembali,” ujar Darianto.

Darianto menjelaskan, pihaknya sudah membagikan ratusan lembar masker, baik kepada para pedagang maupun pengunjung pasar serta mewajibkan cuci tangan dengan cairan anti bakteri.

Terkait pelaksanaan shalat Id yang dimungkinkan jatuh pada hari Minggu (24/5/2020) mendatang, ia sudah memberikan arahan kepada seluruh Kades agar mengikuti semua aturan dari protokol pemerintah.

Selain diharuskan cuci tangan, memakai masker tidak kalah pentingnya dengan jaga jarak dan tidak harus bersalam-salaman..

“Untuk silaturahmi atau nglencer sebaiknya dilakukan di masing-masing lingkungan. Kami menghimbau agar warga tidak kemana-mana. Cukup melalui sambungan WhatsApp sesuai anjuran pemerintah saat ini,” tutur Darianto mengakhiri. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait