Pencairan Dana BLT-DD Molor, Terkendala Validasi Data

  • Whatsapp
Foto : Vaalidasi data BLT-DD Desa Kedungpendaringan Kepanjen
Foto : Vaalidasi data BLT-DD Desa Kedungpendaringan Kepanjen

MALANGSATU.ID – Pencairan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) bagi warga masyarakat terdampak pandemi covid-19 di Kabupaten Malang terancam molor dari jadwal yang telah ditentukan, setidaknya hingga akhir Mei 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan terkait bantuan ini, banyak yang harus disesuaikan pihak desa. Seperti harus mengubah peruntukan 30 persen Dana Desa untuk BLT melalui perubahan APBDesa, juga validasi daftar calon penerima bantuan.

Ketentuan perundangan terkiat BLT-Dana Desa sendiri sudah dikeluarkan pemerintah jauh hari sebelumnya. Yakni, BLT-DD bagi terdampak pandemi covid-19 harus diberikan selama tiga bulan, April sampai Juni.

Pemanfaatan dan pencairan Dana Desa untuk BLT ini juga dipertegas dalam Peraturan Bupati Malang Nomor 4 Tahun 2020, juga SE Bupati yang mengatur pendataan penerima bantuan.

Molornya pencairan penerima BLT-DD ini juga dialami oleh Desa yang berada di wilayah Kecamatan Kepanjen, yang dipastikan pencairan BLT-DD mundur dari jadual yang ditentukan semula.

Pencairan bantuan tunai sebesar Rp 600 ribu perbulan ini diperkirakan tertunda hingga jelang lebaran akhir Mei 2020 ini.

Sejumlah 14 desa di wilayah Kepanjen menjadi sasaran penerima BLT-DD terdampak covid-19. Hingga kini, masih harus menyelesaikan tahapan administrasi bagi calon penerima BLT-DD sebelum pencairan atau penerimaan bantuan.

Seperti yang dialami oleh Desa Kedung Pedaringan Kepanjen, termasuk satu desa yang memastikan pencairan BLT-DD bagi warganya pekan depan.

Sekretaris Desa Kedungpedaringan, Yudi Kiswanto, menyampaikan bahwa pencairan bantuan BKT-DD di Desanya akan dilakukan pekan depan.

“Jumlah calon penerima bantuan desa kami sebanyak 137 orang. Proses pembukaan rekening penerima bantuan sudah dilakukan di kantor desa. Pekan depan sudah bisa realisasi. Ini menunggu konfirmasi rekening dan ATM BRI,” ujarnya, Jumat 8/5/2020

Yudi, mengatakan bahwa banyak kendala yang menyebabkan penerimaan BLT-DD tertunda. Petugas pendata sudah setor data calon penerima bantuan. Tetapi, dari Kemensos mengeluarkan data calon penerima jenis bantuan lain, seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan BPNT Covid.

“Nama-nama warga yang sudah muncul dari Kemensos nggak boleh diajukan penerima BLT. Harus revisi data lagi, sampai tiga kali revisi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yudi Kiswanto memastikan, DD tahap 1 sudah masuk semua di rekening kas desa, jumlahnya lebih dari Rp 350 juta. Nantinya, BLT-DD sejumlah 600.000/orang/bulan diberikan bertahap selama 3 bulan.

“Cairnya setiap bulan selama tiga bulan, yakni bulan Mei-Juni-Juli. Tidak boleh dicairkan secara langsung, harus bertahap per bulan,” jelasnya.

Akan tetapi, waktu pencairan tiap desa tidak sama, dan ada yang bahkan lebih mundur lagi. Ini bergantung desa masing-masing. Semakin cepat desa itu dapat melakukan perubahan-perubahan dan posting anggaran, maka BLT-DD akan juga cepat realisasi.

Hampir semua desa di wilayah Kepanjen mengalami hal yang sama, Penerimaan BLT-DD mengalami penundaan.

Sebagai informasi, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 35/PMK.70/2020 disebutkan, pagu Dana Desa untuk Kabupaten Malang sejumlah lebih dari Rp 379,3 miliar. Dengan rata-rata persentase 31 persen dari pagu, maka hasil penghitungan BLT-DD diperuntukkan bagi setidaknya 64.472 KK sasaran yang tersebar di 378 desa se Kabupaten Malang. Total anggaran BLT-DD yang harus diterimakan sejumlah Rp 116,4 miliar lebih. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait