Pemkab Malang Siapkan Rusunawa ASN Sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi

MALANGSATU.ID – Antisipasi dampak pandemi Covid-19, Pemkab Malang akan mendirikan Rumah Sakit Darurat untuk menangani pasien positif Covid-19.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Malang HM Sanusi yang merencanakan membuat Rumah Sakit darurat, dan Rusunawa ASN dikawasan Bolck Office Kepanjen yang akan dijadikan RS darurat.

“Saat ini Rusunawa kita jadikan tempat isolasi pasien Positif Covid-19, nantinya semua penanganan medis akan kita lakukan di Rusunawa, pasien kita obati sampai sembuh baru nantinya jika sembuh kita pulangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Malang HM Sanusi, menyampaikan bahwa nantinya semua biaya perawatan pasien positif Covid-19 akan ditanggung oleh Pemkab Malang.

Selain itu, Menurut Bupati Malang, Pemkab Malang juga akan membagikan alat rapid test di semua save house ditingkat desa.

“Nanti akan ditunjuk petugas yang akan melakukan rapid test terhadap masyarakat terutama yang baru datang dari bepergian keluar daerah maupun masyarakat pendatang”, ujarnya.

Bupati Malang menambahkan, jika dari hasil rapid test diketahui reaktif Covid-19, maka yang bersangkutan akan dievakuasi ke RS darurat tersebut.

“Jika reaktif, akan dievakuasi untuk mendapat penanganan medis dan tidak boleh menolak karena untuk menyelamatkan mereka,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini di Kabupaten Malang, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 39 kasus, 10 orang dinyatakan sembuh dan 6 orang meninggal dunia. Artinya masih ada 22 pasien yang membutuhkan pengobatan medis yang akan dipusatkan di RS Darurat di Rusunawa ASN tersebut.

“Jika tidak ada lonjakan dan masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah soal physical distancing maka kita gak perlu ajukan PSBB”, jelasnya.

Bupati Malang mengatakan karena dengan didirikannya RS di Rusunawa tersebut, maka semua penanganan medisnya kan terpadu.

“Kita obati sampai sembuh, jika sudah sembuh kita pulangkan dan seluruh biaya ditanggung Penkab Malang,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait