Pemkab Malang Akan Distribusikan Bansos, Perketat Data Warga Miskin

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang bagikan sembako kepada warga
Foto : Bupati Malang bagikan sembako kepada warga

MALANGSATU.ID – Rencana Pemerintah Kabupaten Malang dalam pendistribusian bantuan beras 20 kg per kepala keluarga (KK), akan dilakukan lebih selektif dalam melakukan pendataan, proses pendataan bantuan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Malang, HM Sanusi, ketika usai menerima Anggota DPRD Jawa Timur Komisi E di Pendopo Agung Kabupaten Malang, yang mengatakan bahwa akan leh selektif lagi dan diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan dalam melakukan pendataan

“Jumlah penduduk miskin lebih banyak, jadi butuh sebulan untuk pendataan. Kalau warga yang mampu lebih sedikit, jadi lebih cepat mendatanya,” jelasnya, Jumat 8/5/2020.

Menurut Bupati Malang, dalam pendistribusian tersebut ada beberapa kriteria warga tidak mampu seperti guru tidak tetap dan guru madrasah.

“Untuk yang mampu kriterianya seperti PNS, orang yang memiliki mobil, dan yang masih ada penghasilan dalam keadaan seperti ini,” jelasnya.

Lebih kanjut, Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, saat ini Kodim 0818 dan Polres Malang membnatu mendata warga penerima Bansos tersebut.

“Babinsa dan Babinkamtibmas juga sudah turun untuk mendata. Kemungkinan pertengahan Mei sudah selesai,” ungkanya.

Bupati Makang, juga menyampaikan bahwa Bansos berupa beras 20 kg per KK ini menghabiskan APBD sebesar Rp 104 miliar.

“Dana Rp 104 miliar ini didapatkan dari APBD Kabupaten Malang,” ujarnya.

Bupati Malang berharap agar seluruh masyarakat yang tidak mampu di Kabupaten Malang dapat menerima bantuan ini.

“Saya berharap semua bisa dapat bantuan dan datanya lebih jelas,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait