Pakar Komunikasi UB Malang Minta Polri Beri Sanksi Tegas, Covidiot Indira Kalistha

  • Whatsapp
Foto : Pakar Komunikasi Universitas Brawijaya Malang Maulina Pia Wulandari,Ph.D,
Foto : Pakar Komunikasi Universitas Brawijaya Malang Maulina Pia Wulandari,Ph.D,

MALANGSATU.ID – Meski Indira Kalistha sudah memberikan pernyataan maaf atas kelakuan Covidiot beberapa waktu lalu, namun Pakar Komunikasi Universitas Brawijaya Malang Maulina Pia Wulandari,Ph.D, minta Polri menangkap pelaku disanksi dengan UU ITE untuk efek jera dan pembelajaran kepada publik.

Bacaan Lainnya

“Saya minta Polri menangkap dan disanksi untuk memberikan efek jera guna memberi edukasi kepada publik,” tegas Pakar Komunikasi Universitas Brawijaya Malang Maulina Pia Wulandari, Ph.D, Senin 18/5/2020.

Seperti diketahui, pernyataan yang dilontarkan oleh youtuber sekaligus selebgram Indira Kalistha menuai kontroversi dan menjadi buah bibir publik di dunia maya.

Dalam akun YouTube Gritte Agatha pada 13 Mei 2020, Indira dianggap meremehkan virus Corona atau Covid-19.

Pernyataan Indira dikecam berbagai pihak, mulai dari publik, tenaga medis hingga akademisi karena dianggap menyebar informasi yang menyesatkan dan membahayakan orang lain.

Maulina Pia mengatakan, apa yang dilakukan oleh selebgram Indira Kalistha adalah sebuah kecerobohan dan kebodohan seorang public figure.

Dia tanpa sengaja mengajak publik untuk melakukan hal yang tidak benar dan merugikan masyarakat yang sudah banyak menderita di tengah pandemi Covid-19.

“Seorang public figure harus memikirkan bahwa semua tindakan dan ucapannya bisa diikuti oleh followernya. Statement Indira Kalistha menunjukkan ketidakpatuhan dirinya terhadap upaya pencegahan Covid–19 dan sikapnya yang meremehkan keganasan virus Covid-19,” tutur Pia.

Dikatakannya, upaya sensasi yang dilakukannya untuk mendapat perhatian netizen dan menganggap dirinya lucu.

“Tindakannya merupakan upaya sensasi yang dilakukannya untuk mendapat perhatian netizen dan menganggap dirinya lucu,” tutur wanita yang menyelesaikan studi doktoral di University of Newcastle, Australia tersebut.

Pia menuturkan, dalam ilmu komunikasi setiap komunikator (pengirim pesan) harus pahan, komunikasi itu akan membawa dampak meskipun itu kecil.

Kemudian komunikasi itu sifatnya irreversible tidak bisa diputar kembali. Jadi seorang komunikator itu harus cermat dalam menyampaikan pesan kepada audience apalagi jika audiencenya dalam jumlah yang banyak.

Karena sosok Indira Kalistha memiliki 1,5 juta follower dan menjadi public figure maka pesan yang ia sampaikan bisa berdampak besar. Publik bisa saja mengikuti apa yang disampaikan oleh idolanya. 

“Untuk followernya Indira Kalistha, harus bijak dalam menerima semua yang dikatakan selebgram dan vlogger yang terkenal suka asal bicara atau ‘ngablak’ itu. Dipikir dengan seksama apakah yang disampaikan selebriti itu benar atau tidak, pantas atau tidak untuk dilakukan,” terang Pia.

Ia bahkan juga menghimbau untuk pihak Polri untuk tegas kepada Indira Kalistha karena sudah menyebarkan pesan yang menyesatkan yang bisa mengajak orang lain untuk tidak patuh pada peraturan pemerintah terkait upaya pencegahan Covid–19. Tindakan ini bisa dijerat dengan pasal UU ITE.

“Ucapannya yang berbahaya, bisa mengajak 1,5 juta followernya untuk melakukan tindakan yang ceroboh sehingga dapat membahayakan nyawa orang lain. Saya pikir ini harus diberikan sangsi hukum,” tutur perempuan alumnus FISIP Universitas Airlangga program studi Ilmu Komunikasi tersebut.

Ia menjelaskan, kalau mau diberi sangsi sosial, segera saja tangkap Indira Kalistha untuk menjadi relawan Covid di RS Pusat Penanganan Covid–19 dan relawan pengubur jenasah.

“Kita lihat apakah dia masih punya nyali yang besar sebesar omongannya,” tegas Dosen Magister Ilmu Komunikasi UB itu.

Meskipun video yang diunggah di channel YouTube Gritte Agatha saat ini sudah diedit dan penyataan Indira di video itu pun sudah dipotong. Namun, warganet masih ramai memperbincangkan bahkan diunggah ulang potongan video Indira yang menuai banyak kontroversi tersebut. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait