Nuzulul Quran, Peringati Nuzulul Quran Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Foto : Kampus Ngaji, KH Fadil Khosin ketua LBM NU kab Malang
Foto : Kampus Ngaji, KH Fadil Khosin ketua LBM NU kab Malang

MALANGSATU.ID – Kampus Ngaji yang di gelar oleh Universitas Islam Raden Rahmat Malang pada hari ini, Sabtu 9/5/2020, khusus mengambil tema tentang Nuzulul Quran yang disampaikan oleh KH Fadil Khozin, ketua LBM NU Kabupaten Malang yang juga salah satu dosen unira Malang.

Bacaan Lainnya

Banyak kemuliaan yang terjadi di bulan Ramadan, termasuk peristiwa Nuzulul Quran, Alquran untuk pertama kalinya diturunkan ke bumi. Namun, sebenarnya pada tanggal berapakah Alquran diturunkan ke bumi? Apakah pada 17 Ramadan? Bagaimana memperingati Nuzulul Quran ditengah pandemi Covid-19.

Dalam Kampus Ngaji  “Menjemput Keajaiban Nuzulul Qur’an” oleh KH M. Fadil Khozin, dijelaskan bahwa Nuzulul Quran, waktu turunnya Alquran yang bertepatan dengan malam 17 ramadhan dan juga bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar.

“Nuzulul Quran adalah turunnya Alquran pertama kali pada 17 Ramadan ke Nabi Muhammad SAW. Alquran diturunkan melalui Malaikat Jibril, dengan wahyu pertama surat Al-Alaq ayat 1-5”, jelas Gus Fadil

Alquran tidak diturunkan kepada Nabi Muhammad sekaligus satu kitab. Namun secara bertahap menurut tuntutan peristiwa yang melatarinya. Lama waktunya adalah 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

Malam Nuzulul Quran menjadi malam penting bagi umat Islam pada bulan Ramadhan.

Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting penurunan Alquran kepada Rasulullah SAW.

Pada bulan Ramadhan, peristiwa Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar merupakan momen yang berkaitan erat dengan sejarah turunnya Alquran.


Dalam hal ini, terdapat perkataan Ibnu Abbas, bahwa “Alquran itu diturunkan pada bulan Ramadan pada  Lailatul Qadar secara sekaligus, kemudian diturunkan lagi berdasarkan masa turunnya sebagian demi sebagian secara berangsur pada beberapa bulan dan hari.

Dengan demikian, terdapat teori bahwa Alquran memang diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia), dan hal ini terjadi pada Lailatul Qadar. Namun, kemudian ayat demi ayat Alquran diturunkan secara bertahap ke bumi. Turunnya Alquran pertama kali ke bumi inilah yang kemudian disebut Nuzulul Quran.

Namun, ini bukan satu-satunya teori. Terdapat teori kedua bahwa Alquran diturunkan ke langit dunia selama 20 malam Lailatul Qadar dalam 20 tahun, sementara Lailatul Qadar hanya turun sekali dalam setahun. Setelah itu ayat-ayat Alquran tersebut dibacakan kepada Nabi Muhammad sesuai dengan kebutuhan.

Teori berikutnya, teori ketiga, menyatakan bahwa Alquran turun pertama kali pada Lailatul Qadar. Selanjutnya, Alquran diturunkan ke bumi secara bertahap dalam waktu yang berbeda-beda. Dari ketiga teori tersebut, yang paling banyak dianut adalah teori pertama.

Dengan memahami konteks tersebut, kita dapat memahami bahwa Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Alquran ke bumi, yang terjadi secara bertahap, diperingati pada malam 17 Ramadan. Pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa turunnya wahyu pertama kali kepada Rasulullah yang sedang berkhalwat di Gua Hira, Jabal Nur. Wahyu pertama tersebut adalah Surah al-Alaq 1-5.

Lalu bagaimana memperingati Nuzulul Quran ditengah Pandemi Covid-19,

Menurut Gus Fadil, biasa akrab dipanggil menyampaikan bahwa dalam memperingati Nuzulul Quran ditengah pandemi Covid-19 ini dengan memperbanyak membaca Alquran dirumah.

“Karena kondisi yang tidak stabil ditengah pandemi, maka cukup dengan membaca Alquran dirumah, tidak harus berkerumun dengan banyak orang”, ujarnya.

Menghormati Nuzulul Quran dan menjemput keajaiban Quran ditengah pandemi covid-19 dengan memperbanyak baca al quran dirumah. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait