Melanggar Saat PSBB, Begini Sanksinya

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi

MALANGSATU.ID – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Malang tinggal menunggu SK dari Kemenkes RI setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Timur, ada beberapa sanksi bagi warga yang melanggar ketika PSBB tersebut diterapkan.

Bacaan Lainnya

Seperti disampaikan oleh Bupati Malang, HM Sanusi yang mengatakan beberapa macam sanksi bagi masyarakat yang nantinya kedapatan melanggar aturan selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB baik di Kabupaten Malang atau Malang Raya.

Orang nomer satu di Kabupaten Malang tersebut mengatakan bahwa nantinya bagi masyarakat yang melanggar akan dikenakan sanksi administrasi.

“Jika ada yang melanggar nanti ada sanksinya, diantara adalah sanksi administrasi seperti SIM tidak diperpanjang, STNK tidak diperpanjang dan KTP nya ditahan,” jelasnya, Minggu 10/5/2020.

Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang dua periode ini menjelaskan, bahwa PSBB di Malang Raya ini merupakan pembatasan kegiatan sosial.

“Contohnya sepeda motor tidak boleh berboncengan kecuali satu kota. Kemudian juga diatur ibadah di rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut alumni Ponpes Raudlatul Ulum Ganjaran Gondanglegi ini, bahwa nantinya yang akan melakukan penindakan adalaah pihak kepolisian bersama Pemda dalam hal ini petugas Satpol PP dan petugas Dishub.

“Kalau ada yang melanggar undang-undang Lalu lintas, maka kepolisian yang melakukan penindakan tersebut,” ujarnya.

Bupati Malang asal Gondanglegi ini menambahkan, bahwa pihaknya sudah mendapat arahan dari Pemprov dan Gugus Tugas Pusat dalam melakukan penanganan percepatan Covid-19 serta PSBB.

“Sesuai arahan dari Ketua Gusus Tugas Pusat, TNI bersama Polri harus aktif mengawasi di setiap kegiatan,” ujarnya.

Bupati Malang, HM Sanusi juga berharap agar masyarakat semakin disiplin.

“Saya berharap agar masyarakat semakin disiplin selama penerapan PSBB nanti, ini demi kebaikan bersama agar pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait