Libatkan Tiga Perguruan Tinggi Ternama, Bupati Malang Bentuk Pansel Pemilihan Sekda

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi

MALANGSATU.ID – Libatkan tiga perguruan tinggi ternama, Bupati Malang akan segera bentuk pansel untuk pemilihan jabatan kursi sekda Kabupaten Malang, dimana sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono akan memasuki masa pensiun pada bulan Mei 2020.

Bacaan Lainnya

Bupati Malang, HM Sanusi pada beberapa kesempatan lalu, saat ditemui di sela-sela agenda pembagian sembako menyampaikan, bahwa mengenai persiapan yang dilakukan untuk menjaring calon Sekda, pihaknya akan terlebih dahulu membentuk pansel. 

“Saya sudah hubungi Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) pusat. Disarankan untuk segera bentuk pansel yang terdiri dari lima orang,” ujarnya.

Menurut Bupatu Malang, bahwa pansel itu, berasal dari unsur BKD dan KanReg Jawa Timur, yang tiga dari akademisi. 

“Karena panselnya Sekda maka akademisinya KASN minta yang S3,” ujarnya.

Bupati Malang, HM Sanusi melanjutkan, bahwa pembentukan pansel menjadi syarat untuk seleksi. Dimana, nantinya pansel yang mempersiapkan segala macam syarat-syarat administrasi yang diperlukan. 

“Setelah semua terlengkapi, daftar pansel diajukan ke KASN pusat untuk disetujui atau tidak. Jika disetujui, pansel sudah bisa bekerja sesuai tupoksinya dan nantinya jika telah terpilih namanya, maka nama tersebut disodorkan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dilantik”, jelasnya.

Bupati Malang menyampaikan bahwa dirinya telah meminta Sekda untuk segera membentuk pansel secepatnya.
Bahkan, Bupati Malang menyatakan, untuk seleksi calon Sekda tak memerlukan Baperjakat dalam pembentukan pansel.

“Yang dipilih juga kan satu orang, tidak perlu Baperjakat, Karena cuma milih satu orang,” tegasnya singkat.

Sebagai informasi, Bupati Malang, HM Sanusi menunjuk pimpinan tiga kampus di Malang untuk menjadi bagian dari pansel. 

Bupati Malang telah meminta pimpinan dari tiga Universitas di wilayah Malang untuk menjadi pansel. Yakni, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang dan Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang. Terdapat dua rektor dan satu pembantu rektor. 

“Saya minta akademisinya dari Brawijaya, UIN dan dari Unisma Malang. Kebetulan untuk Brawijaya itu pak rektor, Prof. Dr. Nuhfil bersedia untuk jadi pansel (panitia seleksi) dan juga Prof. Dr. Maskuri Rektornya Unisma Malang juga bersedia. Dari UIN Pembantu Rektor tiga, doktor juga,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait