Jual Tanah Wakaf Masjid, Mantan Sekdes Pakisjajar Dilaporkan ke Polres Malang

  • Whatsapp
Foto : Takmir masjid dan ahli waris didampingin LPBHNU laporkan mantan sekdes ke polres malang

MALANGSATU.ID РDiduga jual tanah wakaf masjid Sunan Kalijaga di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, mantan Sekdes Pakisjajar yang bernisial MAR, dilaporkan ke Polres Malang, Senin 4/5/2020.

Bacaan Lainnya

Tanah wakaf masjid tersebut adalah sebidang tanah seluas 4620 meter persegi, dan diduga dijual seharga Rp 1 Miliar kepada salah satu pengembang properti asal Kota Surabaya.

Dengan didampingi Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama atau LPBHNU Kabupaten Malang, dalam hal ini Abdusy Syakur SH MH, para pengurus takmir masjid dan ahli waris tanah wakaf mendatangi Polres Malang untuk melaporkan hal tersebut.

Ketua LPBHNU Kabupaten Malang, Abdusy Syakur SH MH. mengatakan bahwa pihkanya melaporkan mantan sekdes ke polres Malang.

“Kami melaporkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian, terkait dugaan penggelapan maupun dugaan penyalahgunaan jabatan,” ujarnya.

Menurut Syakur, bahwa pada saat itu, Sekdes tersebut juga menjabat sebagai takmir masjid.

“Maka dari itu kami duga ada penyalahgunaan jabatan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Humas Takmir Masjid Sunan Kalijaga Pakisjajar, Sandik menjelaskan, bahwa tanah yang diwakafkan tersebut adalah milik almarhum H Asnawi.

“Tahun 1992, almarhum berniat sama adik-adiknya ingin mewakafkan tanah tersebut untuk kepentingan masjid,” ungkapnya.

Sandik kemudian mengatakan bahwa dibuatkan surat keterangan wakaf, yang membuat MAR yang waktu itu menjabat Sekretaris Desa dan sekaligus takmir masjid tersebut.

“Satu bulan setelah diberi surat wakaf itu ternyata letter C-nya dirubah atas nama pribadi,” ungkapnya.

Sandik mengatakan bahwa pengurus masjid dan ahli waris baru mengetahui jika tanah itu sudah dijual oleh MAR pada Oktober tahun 2019 lalu. Ketika diklarifikasi oleh pengurus masjid, terlapor tidak mengelak bahwa dirinya sudah menjual tanah wakaf tersebut.

“Yang bersangkutan (MAR) sempat menawarkan  tukar guling. Dengan berbagai pertimbangan, takmir menolak. Luasan tanahnya juga beda, yang dia tawarkan sekitar 3000 meter persegi,” jelasnya.

Atas kesepakatan takmir masjid beserta ahli waris, maka mantan Sekdes tersebut dilaporkan ke Polres Malang karena menjual tanah wakaf Masjid. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait