Jelang Penerapan PSBB, Pemkab Malang-Unisma Gelar Doa Bersama Dan Istighosah ‘Mengetuk Pintu Langit’

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi berikan sambutan dalam acara doa bersama dan istighosah
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi berikan sambutan dalam acara doa bersama dan istighosah

MALANGSATU.ID – Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya Pemkab Malang bersama Unisma Malang gelar doa dan istighosah dengan tema ‘Mengetuk Pintu Langit’ yang digelar digedung bundar KH Tolhah Hasan kampus Unisma Malang, Jumat 15/5/2020 malam.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan Doa dan Istighosah ini digagas Pemerintah Kabupaten Malang bersama Unisma dengan mengambil tema Mengetuk Pintu Langit: Menggapai Lailatul Qadar di Era Wabah Covid-19 untuk Keselamatan Bangsa.

Acara ini juga diikuti secara online oleh seluruh MWC NU se Kabupaten Malang dan diikuti oleh Muspika se Kabupaten Malang.

Bupati Malang HM Sanusi sebagai penggagas acara ini tampak hadir ditengah-tengah para ulama. Hadir dalam acara tersebut Ketua Tanfidiyah PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar, Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri MSi, Ketua MUI sekaligus Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Malang KH Fadhol Hija, ketua PCNU Kota Malang KH Isrokun Najah, terlihat pula hadir Prof. Masud said, dan Forkopimda Tiga Daerah serta beberapa Ulama Se-Malang Raya juga ikut hadir.

Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siradj MA turut serta mengikuti acara secara daring dan memberikan tausiyahnya.

Acara doa bersama dan istighosah tersebut diawali dengan sholat isya dan taraweh bersama, kemudian jamaah doa dan istighosah bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars NU, Ya Lal Wathon.

Bupati Malang, HM Sanusi meminta agar para tamu yang hadir saling berdoa dengan tujuan agar wabah Covid-19 segera diangkat.

Foto : Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Siroj memberikan tausiyah secara daring dalam acara doa bersama dan istighosah pemkab malang

“Acara ini adalah hasil diskusi dari para tokoh NU. Saya berharap kita bisa berdoa bersama agar wabah Covid-19 segera diangkat,” ujar Abah Sanusi, biasa dipanggil.

Sementara itu, Rektor Unisma Malang sebagai tuan rumah, mengatakan bahwa acara istighosah ini digelar dalam rangka berdoa bersama memohon agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Istighosah ini untuk mengingatkan masyarakat bahwa Covid-19 ini adalah bagian dari ujian bangsa dan negara,” ujarnya.

Prof. Masykuri menyampaikan bahwa, wabah ini harus dijadikan bahan ikhtiar dan introspeksi diri.

“Semua umat sabar karena corona adalah ujian yang diturunkan oleh Allah dengan suatu tujuan. Tuhan meminta manusia untuk introspeksi terhadap gaya dan pola hidup manusia”, ujarnya.

Rektor Unisma ini menambahkan bahwa istighosah ini untuk mendekatkan diri kepada Alloh.

“Istighosah ini untuk meminta pertolongaan Alloh, dan kita mendekatkan diri kepada Allah agar wabah Covid-19 bisa segera diangkat. Sehingga aktivitas manusia bisa berjalan normal kembali,” jelasnya.

Dalam sambutanya, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar menyampaikan keyakinannya bahwa Allah akan mendengar doa-doa kita.

“Yakinlah Allah mendengar doa kita. Insya Allah, yakinlah Allah melindungi mereka yang memakmurkan masjid tentu dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait