Ini Hasil Rapid Test Warga Desa Majangtengah Dampit Pasca Kontak Dengan Pemudik Asal Lumajang

  • Whatsapp
Foto : drg. Arbani Mukti Ariwibowo, Kadinkes kab malang
Foto : drg. Arbani Mukti Ariwibowo, Kadinkes kab malang

MALANGSATU.ID – Dinkes Kabupaten Malang melalui Puskesmas Dampit lakukan rapid test kepada 39 warga Desa Majangtengah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang pernah lakukan kontak fisik dengan warga Lumajang yang terkonfirmasi positif Covid-19, Jum’at 29/5/2020.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, yang mengatakan bahwa pihaknya lakukan rapid test terhadap warga Desa Majangtengah Dampit.

“Dari hasil rapid test tersebut 39 warga semua non reaktif. Artinya tidak ada satu pun dari 39 orang itu yang tertular”, ujarnya.

Arbani mengatakan wajar saja jika dari 39 orang tersebut dinyatakan non reaktif. Karena pasien positif yang dari Lumajang tersebut, saat bertolak ke Dampit diduga telah negatif Covid-19.

“Pada 13 Mei lalu, pasien positif Covid-19 dari Lumajang melakukan swab test ke Puskesmas Pasirian Lumajang, dan hasilnya baru keluar pada 25 Mei lalu. Kala itu dinyatakan positif. Akhirnya kan disuruh kembali ke Lumajang. Setelah dilakukan swab test kedua pada pada hari yang sama 25 Mei, pihaknya sudah dinyatakan negatif. Diswab test lagi yang ketiga kalinya, hasilnya juga negatif,” jelasnya.

Arbani menambahkan, meski sudah dinyatakan non reaktif, 39 warga Dampit tersebut tetap diisolasi mandiri.

“Tetap diisolasi mereka, untuk antisipasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, bahwa Desa Majangtengah sempat menjadi sorotan karena kedatangna pemudik dari Lumajang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan melakukan interaksi dengan warga, pemudik tersebut adalah satu keluarga, yakni suami yang berinisial B (30), istri DR (24), dan anaknya NA (3) asal Desa Nguder, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang dinyatakan positif Covid-19. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait