Info Data Radar Covid-19 Pemprov, Gegerkan Warga Poncokusumo

  • Whatsapp
Foto : Tangkapan screenshot radarcovid-19 Pemprov jatim
Foto : Tangkapan screenshot radarcovid-19 Pemprov jatim

MALANGSATU.ID – Pada hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersklaa Besar (PSBB), Minggu 17/5/2020 kemarin, Warga Poncokusumo dihadiahi seorang warganya yang dinyatakan positif covid-19 yang sedang dirawat di RS Wafa Husada Kepanjen, yang tercatat sebagai penduduk Desa Wonomulyo.

Bacaan Lainnya

Warga Desa Wonomulyo pada hari ketiga penerapan PSBB di gegerkan oleh dengan berita bahwa pasien tersebut telah meninggal dunia. Kabar tersebut lalu lalang di media sosial hingga menjadi kabar yang menakutkan karena sumber beritanyapun didapat dari situs resmi dan terpercaya, https://radarcovid19.jatimprov.go.id

Ahmad Khusairi, Koordinator Prodesa mengatakan bahwa berita tersebut menggerkan warga desa, dan beberapa orang pun memberanikan diri untuk menanyakan kebenaran kabar dari situs tersebut dengan bertanya langsung kepada Tim Gugus Covid-19 Poncokusumo di Puskesmas setempat.

“Akan tetapi jawaban yang didapat tidak sama dengan keterangan dalam situs milik Pemprop Jatim tersebut, bahkan Tim Covid-19 Poncokusumo mengatakan bahwa perkembangan kondisi pasien yang sedang dirawat di RS Wafa Husada semakin membaik”, ujarnya, Selasa 19/5/2020.

Khusairi mengatakan bahwa keterangan yang didapat makin membuat warga bingung.

“Bagaimana tidak, situs resmi milik pemerintahpun ternyata menulis sesuatu yang tidak sama dengan apa yang dinyatakan pihak berwenang lainnya. Hal ini membuat masyarakat makin bingung untuk memperoleh informasi yang benar terkait wabah yang melanda”, ujarnya.

Koordinator Prodesa ini menambahkan, Jika situs itu salah, pihak Pemprov Jatim harus segera mengklarifikasi, agar rakyat bisa mendapatkan haknya dalam memperoleh info yang benar dan akurat.

“Jika tidak, sampai kapan rakyat bisa memperoleh informasi yang tidak menyesatkan”, ujarnya.

Bahkan, menurut Khusairi, jika situs resmi tersebut turut menyebarkan informasi hoax yang membuat masyarakat makin gaduh.

“Ini kan jadi ga bener, situs resmi pemerintah malah membuat warganya gaduh dan ketakutan dengan info hoax”, tandasnya.

Sementara itu, Camat Poncokusumo, Marendra saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa tidak ada warganya yang meninggal.

“Tidak ada warga kami yang meninggal karena positif Covid-19 di Desa Wonomulyo”, ujarnya.

Terkait dengan Informasi yang beredar di medsos dan di situs resmi Pemprov, Narendra menyatakan bahwa pihaknya masih lakukan konfirmasi.

“Berita tersebut masih kami konfirmasi ke adminnya”, ujarnya.

Marendra juga mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan konfirmasi kepada warga terkait berita tersebut.

“Kami juga sudah konfirmasi kepada warga dan pemdes Wonomulyo, dan tidak ada yang meninggal karena positif Covid-19”, tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait