Hari Pertama PSBB di Kabupaten Malang, Masih Sosialisasi Dan Imbauan Selanjutnya Penindakan

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang bersama Kapolres dan Dandim saat sidak check point lawang
Foto : Bupati Malang bersama Kapolres dan Dandim saat sidak check point lawang

MALANGSATU.ID – Bupati Malang, HM Sanusi dalam lakukan sidak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari pertama┬ádi check point Lawang menganggap bahwa hari pertama sampai keriga sebagai tahap sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Bupati Malang menerangkan, bahwa hari pertama dan kedua PSBB secara efektif masih difokuskan untuk kegiatan sosialisasi dan imbauan, selanjutnya, upaya teguran dan penegakan hukum akan diberlakukan pada H+3 PSBB.

“Hari ini masih himbauan, nanti yang masih melanggar sudah tidak ada toleransi sekarang, kita masih toleransi,” ujarnya, Minggu 17/5/2020.

Bupati Malang, HM Sanusi menambahkan, pada hari pertama ia berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang PSBB lewat sosialisasi.

Bupati Malang menyadari bahwa sosialisasi yang disampaikan masih belum merata. Ia beralasan karena punya penduduk yang lebih banyak daripada Kota Malang dan Kota Batu.

“Masyarakat Kabupaten Malang ini kan banyak, beda dengan yang lain. Jadi ada yang belum tersentuh sosialisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengajak masyarakat Kabupaten Malang patuhi anjuran pemerintah perihal Physical Distancing.

Menurutnya, Kapolres Malang, jika masyarakat tidak patuh, maka PSBB di Malang Raya tak akan maksimal.

“Jika masih ramai begini PSBB belum maksimal,” ujarnya.

Kapolres Malang menuturkan, sanksi tegas akan diberlakukan pada PSBB hari ketiga.

“Pertama masih imbauan, setelah itu teguran dan jika masih belum patuh baru akan kami lakukan penindakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKBP Hendri Umar menerangkan akan meningkatkan tindakan penyekatan di perbatasan.

Pada hari pertama PSBB memang masih banyak pengendara yang ngeyel masuk wilayah Kabupaten Malang dengan berbagai alasan. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait