Hari Pertama Kerja, ASN Bolos Akan Ada Sanksi Tegas Meski Masih WFH

  • Whatsapp
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi
Foto : Bupati Malang, HM Sanusi

MALANGSATU.ID – Hari pertama masuk kerja bagi ASN setelah libur lebaran masih berlaku WFH, namun demikian Bupati Malang menegaskan akan berikan sanksi bagi ASN yang bolos kerja.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Bupati Malang HM Sanusi bahwa bagi ASN yang bolos kerja akan ada sanksi.

“Sanksinya penurunan pangkat satu tingkat,” tegasnya.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan bahwa hal ini sesuai dengan Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 11/SE/IV/2020 Tentang Pedoman Penjatuhan Hukuman Disiplin Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang Mudik di Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 dan SE Menpan-RB nomor 46 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Mudik Bagi ASN. 

Beberapa waktu lalu, Bupati Malang sudah menekankan kepada seluruh Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) tidak ada kegiatan mudik bagi ASN. Dan ASN wajib masuk di hari pertama kerja setelah libur lebaran. 

“Karena masih dalam situasi PSBB, maka ASN bejerja dengan sistem Work From Home (WFH)”, ujarnya.

Lebih lanjut, HM Sanusi menyampaikan bahwa walaupun WFH, ASN tetap harus absen.

“Nanti Inspektorat dan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) yang kontrol, bersama para kepala OPD. Absensi atau pengecekan ASN dilakukan dengan cara pelacakan nomor ponsel,” jelasnya.

Bupati Malang menambahkan, jika ASN diketahui berada di luar kota, maka dia pun akan memberikan sanksi tegas. 

“Secara teknis untuk absensinya dilakukan secara online, juga dilakukan pelacakan lokasi. Sehingga akan diketahui keberadaannya,” ujarnya.

Bupati Malang, HM Sanusi meminta ASN tidak main-main. Karena keberadaannya juga dapat diketahui.

“BKPSDM akan bekoordinasi juga dengan Dinas Komunikasi dan Informatika,” tandasnya.

Hari ini Selasa (26/5) merupakan hari pertama ASN masuk kerja setelah libur Idul Fitri. Itu seiring pemerintah meniadakan cuti beraama dan keputusan larangan mudik bagi ASN, untuk mencegah penularan Covid -19.

Bupati Malang juga menegaskan bahwa bagi ASN yang tidak masuk karena sakit pun, harus menyertakan surat keterangan dokter. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait