Didik Gatot Subroto Punya Cara Unik Kampanye Cegah Penyebaran Virus Corona

  • Whatsapp
Foto : Ketua DPC PDIP Kab Mlaang, Didik Gatot Subroto
Foto : Ketua DPC PDIP Kab Mlaang, Didik Gatot Subroto

MALANGSATU.ID – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang punya cara tersendiri dalam melakukan kampanye mencegah terjadinya penyebaran virus corona atau covid-19.

Tidak seperti biasanya, partai berlambang banteng ini turun membagikan sembako dengan memakai kaos yang terbilang unik dan berbeda.

Bacaan Lainnya

Seperti halnya kaos yang tampak dipakai oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, saat membagikan sembako di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Minggu 03/05/2020.

Kaos hitam yang dipakai oleh pria yang akrab disapa Sam Didik itu bertuliskan ‘Ora Usah Mudik Disek’ (jangan mudik dulu).

“Ini sifatnya hanya untuk memberikan edukasi dan pengingat untuk warga maupun kita semua, sehingga setiap kita turun bakti sosial membagikan sembako, tulisan ini bisa dilihat dan dibaca banyak orang,” ujar Sam Didik.

Tampaknya bukan hanya Sam Didik saja, seluruh pengurus DPC PDI Perjuangan juga menggunakan kaos yang bertemakan pesan moral untuk menjalankan protokoler kesehatan dalam upaya memutus mata rantai covid-19.

Seperti yang dipakai oleh Wakabid Pora DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir.

Pria yang akrab disapa Cha Adeng itu mengenakan kaos bergambar tokoh Che Guevara bermasker dengan tulisan ‘Jika hatimu tergetar dan geram mendengar Covid-19 maka engkau adalah kawanku’.

“Iya, dalam upaya melawan Covid-19 ini, selain aktif memberikan bantuan sembako, handsanitizer, masker, wastafel portable dan penyemprotan disinfektan, kami juga menggunakan segala macam bentuk propaganda yang tujuannya membangkitkan kesadaran masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini,” papar Cha Adeng.

Tak kalah menarik, Wakabid Politik, Hukum & Keamanan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Budi Kris juga menggunakan kaos bergambar Physical Distancing Village ala Ir Soekarno.

Kaos bergambar Presiden Pertama Republik Indonesia itu bertuliskan ‘Berikan aku waktu 14 hari berdiam diri dirumah niscaya akan kucabut CORONA sampai ke akarnya’.(*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait