Dampak Pandemi Covid-19, Pedagang Sayur Buang Dagangan Karena Tak Laku

  • Whatsapp
Foto : Pedagang sayur bagikan dagangan dan sebagian dibuang
Foto : Pedagang sayur bagikan dagangan dan sebagian dibuang

MALANGSATU.ID – Para pedang sayur membuang dagangan sayurnya dan membagikan kepada para pengguna jalan ynag melintas di Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang karena mereka merugi dan dagangannya tidak laku.Jumat 15/5/2020.

Bacaan Lainnya

Menurut salah seorang pedagang sayur, Sahri mengaku penjualannya turun sampai 90 persen sejak sejak pandemi Covid-19 menyerang. Padahal pasokan sayur sedang melimpah.

“Turunnya sangat drastis,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa para pembeli dari berbagai daerah termasuk dari Surabaya mengurangi jadwalnya untuk datang ke Pasar Sayur Kedungrejo dan jumlah sayur yang diborong juga tak sebanyak biasanya.

“Karena di Surabaya juga tidak laku. Pembeli semakin berkurang,” tuturnya.

Sahri mengatakan, hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah.

Sahri menyampaikan agar sayurannya laku, dia berkeliling ke pasar lain yang buka sampai malam hari.

“Kalau tidak terjual di sini saya keliling ke pasar lain. Pokoknya jangan sampai membuang lah, meskipun kadang ya ada sisanya,” jelasnya.

Paguyuban Bakul Kulup Pasar Kedungrejo, Winarno mengatakan lebih dari 400 pedagang di pasar setempat mengalami kerugian akibat pandemi Covid-19.

Harga sayuran yang anjlok, membuat pedagang merugi.

“Apalagi banyak yang tidak terbeli,” ujarnya.

Winarno berharap wabah Covid-19 segera berakhir sehingga penjualan dapat kembali normal.

Apabila kondisi serupa terus berlanjut, ia khawatir para pedagang tidak sanggup berjualan kembali.

“Kalau begini terus nggak mungkin bisa jualan lagi,” tandasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait