Bertambah Lagi Jadi 43 Pasien Positif Covid-19, Berasal Dari Wajak

  • Whatsapp
Foto : Data sebaran Covid-19 di kab malang (diakses dari akun twitter Pemprov Jatim)
Foto : Data sebaran Covid-19 di kab malang (diakses dari akun twitter Pemprov Jatim)

MALANGSATU.ID – Terus bertambah Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang menjadi 43 kasus, Jumat 8/5/2020 bertambah satu kasus dibandingkan hari sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tambahan kasus positif ini berasal dari Kecamatan Wajak.

“Saat ini kasus positif Covid-19 menjadi 43. Tadi hasil swabnya keluar terkonfirmasi positif,’’ ujarnya.

Arbani menyampaikan, meskipun positif, pasien tersebut dalam kondisi sehat dan saat ini menjalani isolasi rumah.

“Pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 21 tahun,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, Arbani menjelaskan bahwa kasus positif covid-19 ke 43 ini merupakan salah satu santri Ponpes Temboro yang pulang ke Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

“Ponpes Temboro merupakan salah satu klaster penyebaran Covid-19, baik di Jawa Timur bahkan di beberapa daerah di Indonesia. Termasuk lintas negara, menyusul santrinya yang berasal dari Malaysia juga dinyataka positif”, jelasnya.

Arbani menambahkan bahwa saat santri dari Ponpes Temboro datang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang sudah melakukan antisipasi. Dimana mereka yang berjumlah 23 orang langsung menjalani rapid tes. Dari 23 orang tersebut, tiga hasilnya reaktif.

“Tiga orang yang reaktif kemudian ditindak lanjuti dengan swab. Hasilnya satu terkonfirmasi positif Virus Corona,’’ tambahnya.

Arbani menyebutkan bahwa hasil swab ketiga santri keluar Jumat 8/5/2020. Sementara santri asal Wajak itu sudah beberapa ini berada di rumahnya.

Kemuduan, Abani menyampaikan bahwa petugas dari Satgas Covid-19 Kabupaten Malang langsung bergerak cepat. Terutama melakukan tracing terhadap keluarga dan warga yang bertinteraksi intens dengan pasien tersebut.

“Semuanya dilakukan pendataan, untuk kemudian diklasifikasi dulu. Jika ada warga yang berinteraksi sangat intens, juga dirapid, terutama keluarganya,’’ Pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait