Arema FC Berduka Cita, Didi “Godfather of Brokenheart ” Kempot Meninggal

  • Whatsapp
Foto : Didi kempot meninggal
Foto : Didi kempot meninggal

MALANGSATU.ID – Kabar meninggalnya Didi Kempot pada Selasa (5/5/2020) pagi hari sontak menjadikan klub Arema FC turut berdukacita dan turut mendoakan kepergian penyanyi berjuluk Godfather of Brokenheart tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami sampaikan duka cita atas meninggalnya musisi Didi Kempot, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Seperti diketahui, rasa kehilangan dirasakan oleh Arema FC atas meninggalnya Didi Kempot pada Selasa (5/5/2020).

Klub kebanggaan Aremania ini ikut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian pria pelantun lagu banyu langit tersebut.

Arema FC sendiri dalam beberapa kesempatan sebelum pertandingan kandang di Stadion Kanjuruhan juga sempat memutar lagu-lagu Didi Kempot.

Sudarmaji menuturkan, musik ini adalah bahasa universal, bisa menyentuh siapa saja, termasuk sepakbola. Apalagi almarhum beberapa kali sempat konser di Malang dan selalu meninggalkan kesan tersendiri.

Wajar jika Arema FC pun merasa kehilangan, lagu-lagu Didi Kempot selama ini memang membekas dalam benak masyarakat Indonesia. Hampir mayoritas lagu mengambil tema patah hati, hal itu membuat Didi Kempot dijuluki penggemarnya sebagai Godfather of Brokenheart.

“Layaknya drama sepakbola, sepakbola hadir sejatinya menghibur, tapi didalamnya ada sedih dan gembira. Begitu pula, Didi Kempot, mampu hadirkan suasana itu. Arema FC turut berduka, semoga Didi Kempot tetap menghibur di Surga,” tukas Sudarmaji.

Jakarta, Suriname Dan Eropa

Didi Kempot bernama lengkap Dionisius Prasetyo dan lahir pada 21 Desember 1966.

Didi Kempot merupakan anak dari seorang seniman tradisional terkenal bernama Ranto Edi Gudel atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto.

Ia lahir dari keluarga yang memiliki darah seni yang kental. Selain sang Ayah yang merupakan seniman, kakak Didi Kempot bernama Mimiek Prakoso merupakan seorang pelawak senior Srimulat.

Didi Kempot memulai kariernya sebagai musisi jalanan di Surakarta sejak 1984 hingga 1986. Pada 1987 sampai 1989, ia mengadu nasib ke Jakarta.

Nama panggungnya merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa ia hijrah ke Jakarta.

Pada 1993, penyanyi asal Solo tersebut mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname, Amerika Selatan.

Tak lama setelahnya, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di benua Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul “Layang Kangen” di Rotterdam, Belanda.

Tak lama setelah pulang kampung, pada era reformasi, dia mengeluarkan lagu “Stasiun Balapan”. Kembalinya Didi Kempot ke Indonesia ternyata membuat kariernya semakin populer.

Namanya kembali meroket setelah mengeluarkan lagu “Kalung Emas” pada 2013 lalu. Pada 2016, penyanyi asal Solo tersebut mengeluarkan lagu “Suket Teki”.

Lagu tersebut juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari warga Indonesia. Hampir sebagian karya musik yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan.

Oleh karena itu, Didi Kempot kerap dijuluki oleh para penggemarnya dengan nama The Godfather of Broken Heart, Bapak Loro Ati Nasional, dan Bapak Patah Hati Indonesia.

Karyanya juga dinikmati oleh kalangan muda dari berbagai daerah yang menyebut diri mereka sebagai Sadboys dan Sadgirls yang tergabung dalam “Sobat Ambyar”.

Berkat karya-karyanya, Didi Kempot berhasil mendapatkan banyak penghargaan.

Selamat jalan Didi Kempot.(*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait