Tiga Minggu Nonstop, PMI Dan Tim Gabungan Satgas Covid-19 Turen Semprot 100 Titik

  • Whatsapp
Foto : Relawan PMI Turen lakukan penyemprotan disinfektan

MALANGSATU.ID – Cegah pandemi covid-19, PMI dan Tim Gabungan Satgas Covid-19 Kecamatan Turen Kabupaten Malang selama 3 minggu nonstop telah melakukan penyemprotan disinfektan di 100 titik sasaran.

Hal ini disampaikan oleh Sugeng Sekretaris PMI Kecamatan Turen Kabupaten Malang, yang menyampaikan bahwa selama 3 minggu, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan di 100 titik.

Bacaan Lainnya

” Alhamdulillah Kami bersyukur, karena selama 3 minggu nonstop, telah melakukan penyemprotan pada 100 titik,” ujarnya, Selasa 7/4/2020.

Dikatakannya, penyemprotan dilakukan di rumah para relawan, fasilitas umum, perkantoran sekolah, tempat Ibadah, masjid, musala, gereja, dan pasar.

Ia menuturkan, kegiatan sukses berkat dukungan semua unsur di Kecamatan. Mulai dari Pemerintahan Kecamatan Turen , Polsek Turen, Koramil Turen, Dinas Kesehatan dan puskesmas Turen, PMI Kecamatan Turen, Tagana, Banser, Komunitas Turen Bersatu, Senkom serta paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Turen.

“Alhamdulilah semua unsur di Turen sangat baik, proaktif, dan kompak,” tutur Sugeng.

Sugeng menjelaskan, antusiasme warga membantu dalam gerakan ini sangat besar.

“Semakin hari masyarakat semakin sadar akan bahaya virus ini. Jadi bila ada gerakan penyemprotan warga sangat antusias sekali,” ujarnya.

Foto : Relawan tim covid-19 Turen lakukan penyemprotan disinfektan

Sugeng menambahkan, bhawa warga berharap lingkungannya bisa disemprot oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Turen agar bebas Corrona.

Partisipasi warga juga terlihat dalam bentuk pemberian cairan disinfektan kemudian tim Satgas akan meracik dan membantu dalam penyemprotan.

Selain itu, warga pada tiap lokasi penyemprotan turut memberikan dukungan misalnya memberikan konsumsi berupa nasi bungkus,
air minum, kopi dan rokok.

“Tidak hanya konsumsi makanan kecil, warga ikut juga membantu menyediakan tambahan alat semprot dan cairan disinfektan”, jelas Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan bahwa tim gabungan juga memberikan sosialisasi tentang virus Covid-19 secara lengkap, semisal cara penyebaran dan upaya antisipasi.

“Tim bersama relawan intensif memberikan penjelasan, baik pentingnya proteksi untuk diri sendiri dan keluarga”, ujarnya.

Beverapa hal yang dijelaskan kepada masyarakat diantaranya tidak keluar rumah bila tidak ada kepentingan, selalu cuci tangan setelah beraktifitas, memberitahukan kepada warga bila ada tetangga atau saudara yang baru datang dari luar kota, agar memberitahukan ke satgas di tingkat desa atau kelurahan yang ditindak lanjuti oleh tim untuk dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan memberi himbauan agar mau melakukan karantina mandiri di rumahnya sendiri agar tidak keluar rumah selama 14 hari.

“Dari pantauan Kami alhamdulillah sebagian besar warga sudah paham terkait Covid-19, karena melihat informasi dari TV, medsos, baliho, dan selebaran tentang bahaya Covid-19”, jelasnya.

“Semoga virus Covid-19 ini segera hilang jangan ada warga yang terkena virus ini. Warga Kami himbau selalu memakai masker bila keluar rumah, lingkungan sekitar sebaiknya di semprot secara mandiri maksimal seminggu sekali,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait