Swadaya, Begini Cara Warga Kelurahan Kepanjen Antisipasi Covid-19

  • Whatsapp

Foto : Warga kelurahan kepanjen swadaya lakukan penyemprotan disinfektan

MALANGSATU.ID – Warga Kelurahan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang intensif menjalankan penyemprotan disinfektan sebagai aksi nyata antisipasi persebaran Corona secara swadaya.

Bacaan Lainnya

Gaguk perwakilan tim dari Sinoman RT 08 RW 05 Kelurahan Kepanjen Kecamatan Kepanjen mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan dilakukan secara swadaya.

“Kami senang bisa swadaya untuk menjalankan kegiatan penyemprotan disinfektan. Semoga Corona cepat pergi,” ujarnya, Minggu 12/4/2020.

Dikatakannya, pihaknya hingga sekarang sudah melakukan
penyemprotan di seluruh wilayah RT 08 termasuk masjid dan sekolah.

“Saya senang tim kami solid, kompak, dan saling mendukung,” terang Gaguk.

Dijelaskannya, warga sangat berterima kasih atas kegiatan ini karena menjadi upaya utama dalam pencegahan dini Virus Covid-19.

Dipaparkannya, semua warga sangat mendukung, baik dalam memberikan bantuan sarana alat semprot, tenaga, termasuk penyediaan konsumsi.

Foto : penyemprotan disinfektan di kelurahan kepanjen

“Kami dari tim Satgas Covid-19, selalu menghimbau warga untuk tidak bepergian terlalu jauh. Kami juga menghimbau warga untuk selalu memakai masker,  dan rajin cuci tangan. Selain itu juga melakukan pendataan pendatang yang masuk kampung”, ujarnya.

Gaguk mengatakan, dirinya bersyukur karena warga sudah banyak yang  paham untuk upaya antisipasi virus.

“Selain himbauan langsung, Kami juga menghimbau melalui media group WA warga Bromo RT 08,” jelas Gaguk.

Selanjutnya Gaguk berharap gerakan penyemprotan bisa dilakukan terus menerus setiap hari Minggu sampai ada petunjuk resmi dari pihak pemerintah keadaan sudah kondusif.

Dikatakannya, terkait adanya himbauan untuk berdiam diri di rumah, maka sebagian dari warga berkurang drastis penghasilannya.

Ia berharap diberikan bantuan sebagai kompensasi atas hilangnya pendapatan yang hilang selama masa himbauan dan virus belum reda.

“Kita dihimbau untuk di rumah saja, tapi kami butuh penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup kami.
Kami gak mau sakit Corona, tapi Kami butuh isi perut terisi. Butuh gizi untuk anak- anak dan butuh penghasilan untuk keberlangsungan hidup kami,” pungkas Gaguk. (*).

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait