Penutupan Tempat Wisata Diperpanjang, Pelaku Bisnis Wisata Makin Lesu

  • Whatsapp
Foto : Pintu masuk wisata pantai Balekambnag yang ditutup

MALANGSATU.ID – Pandemi covid-19 yang masih belum mereda membuat penutupan tempat pariwisata di Kabupaten Malang akan diperpanjang hingga situasi pandemi Covid-19 selesai.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, bahwa geliat bisnis pariwisata di Kabupaten Malang lesu akibat pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

“Untuk pariwisata diperkirakan menurun hingga 50 persen”, ujarnya, Selasa 214/2020.

Made mengatakan apabila situasi wabah sudah aman pada Juli mendatang, masih ada rasa trauma bagi masyarakat berkunjung ketempat wisata.

“Masyarakat masih trauma untuk berkerumun di tempat wisata. Mungkin bisa reda dan pulih pada tahun 2021,” ujarnya.

Lebih lanjut, Made menambahkan, pihaknya juga tak bisa memberikan insentif bagi pelaku bisnis pariwisata di Kabupaten Malang.

Foto : Pantai ngliyep sepi setelah ditutup karena corona

“Kami tak punya anggaran belanja hibah, akan kami bicarakan dengan satgas (Covid-19). Tupoksinya pada satgas,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Administrasi PD Jasa Yasa, Husnul Hakim mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 ini langsung dirasakan oleh pihaknya.

“Dampaknya langsung kita rasakan, karena semua tempat wisata tutup, praktis tidak ada pemasukan”, ujarnya.

Menghadapi kondisi demikian, Husnul Hakim mengatakan bahwa pihaknya masih akan mencari solusi untuk biaya operasional perusahaan.

Foto : pintu loket Balekambang yang ditutup untuk pengunjung

“Beberapa opsi akan kami ambil agar bisa bertahan ditengah kondisi pandemi ini”, ujarnya.

Husnul Hakim menyampaikan bahwa pihaknya akan berkonsultasi lebih dulu dengan badan pengawas terkait langkah yang akan diambil.

“Kami akan berkonsultasi dulu dengan Bawas, dan kemudian kami koordinasi kan dengan jajaran direksi”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait