Pasang Wastafel Portabel, DPC PDIP Kabupaten Malang Galakkan Gerakan Cuci Tangan

  • Whatsapp
Foto : HM Sanusi, ketua Bamusi kab malang, mencoba wastafel yang dipasang dipasar

MALANGSATU.ID – DPC PDIP Kabupaten Malang terus bergerak lakukan aksi sosial dalam pencegahan penyebaran covid-19. Setelah membagikan sembako kepada pondok pesantren di wilayah Kabupaten Malang, kini mereka memasang wastafel di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Malang gencarkan gerakan cuci tangan pakai sabun, Sabtu 4/4/2020.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menyampaikan bahwa pemasangan wastafel ini dilakukan dilakukan dipasar-pasar tradisional di Wilayah kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita pasang 12 wastafel portabel yang kita bagi ke beberapa pasar, dengan harapan orang yang ada di pasar atau masyarakat yang ke pasar berpola hidup bersih, dengan mencuci tangan,” ujarnya.

Menurut Didik, rencananya, wastafel portabel itu akan dipasang di seluruh pasar yang ada di Kabupaten Malang.

“Kita coba kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, agar saling memantau dan memelihara wastafel ini. Kalau Covid-19 ini sudah hilang, ini masih bisa digunakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Didik menjelaskan, bahwa wastafel portabel ini murni dari bantuan pengurus dan fraksi PDIP.

“Secara keseluruhan ini partisipasi dari anggota DPC, anggota fraksi”, ujarnya.

Didik menambahkan, selain pemasangan wastafel portabel itu, hari ini PDIP Kabupaten Malang juga membagikan paket sembako kepada masyarakat dan panti asuhan.

“Ada beberapa desa dan panti asuhan. Hari ini yang juga dibagikan paket mie instan dan beras,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Baitul Muslimin Indonesia atau Bamusi DPC PDIP Kabupaten Malang, HM Sanusi menyampaikan bahwa pemasangan wastafel tersebut sebagai ganti penggunaan hand sanitizer.

“Mengingat saat ini, hand sanitizer menjadi barang yang cukup langka dan jika adapun harganya melambung tinggi”, ujarnya.

HM Sanusi mengatakan dengan semakin langknaya hand sanitezer, maka dengan cuci tangan pakai sabun ini sudah cukup.

“Karena hand sanitizer agak susah, kita buat terobosan agar nanti orang masuk pasar bisa cuci tangan,” pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang