Datang Dari Surabaya, Warga Jatirejoyoso Kepanjen Langsung Di Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
Foto : Tenaga medis dari puskesmas saat mendatangi rumah warga jatirejoyoso

MALANGSATU.ID – Camat Kroanjen bergerak cepat dengan melakukan monitoring terhadap salah satu warga Desa Jatirejoyoso Kepanjen ynag diketahui baru datang dari Surabaya yang masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Rabu 22/4/2020.

Camat Kepanjen Abai Saleh mengatakan bahwa setelah pihaknya mendapat laporan dari dari warga, maka pihaknya langsung melakukan monitoring.

Bacaan Lainnya

“Saat ini masih melakukan penanganan protokoler kesehatan pencegahan Covid -19 kepada salah satu warga Desa Jatirejoyoso tersebut”, ujarnya, Kamis 23/4/2020.

Abai Shaleh menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kapolsek, Danramil langsung meluncur ketika menerima laporan.

“Kita mendapat laporan dari masyarakat tentang kedatangan seorang warga Jatirejoyoso, makanya kami bersama Kapolsek dan Danramil Kepanjen langsung meluncur untuk mengecek langsung dan ternyata benar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abai menyampaikan bahwa setelah mendatangi lokasi tempat warga tersebut, pihaknya segera menghubungi tenaga medis dari Puskesmas Kepanjen untuk menscreening dan mengecek kondisi warga tersebut.

“Dari screening tersebut, Alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya.

Abai menmabahkan bahwa meski dinyatakan Negatif Corona, dirinya meminta warga tersebut untuk melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari kedepan dan tidak dibolehkan berinteraksi dengan siapapun termasuk dengan anggota keluarganya.

“Selain isolasi mandiri,tim medis akan terus memantau perkembangan kondisi warga tersebut”, ujarnya.

Abai menyebutkan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga yang dimaksud, tidak berhenti disitu Pihak Pemerintah Desa juga menanggung biaya hidup warga tersebut hingga 20 hari kedepan.

“Kadesnya sudah menyatakan siap, bahkan siap melakukan hal yang sama kepada warga Jatirejoyoso lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Kades Jatirejoyoso Didit Mulyo Santoso memastikan pihaknya bakal menanggug kebutuhan warga yang baru datang dari Surabaya tersebut selama menjalani isolasi mandiri dirumah.

“Karena yang bersangkutan kan harus menjalani isolasi dirumah dan kita larang untuk keluar rumah, otomatis untuk kebutuhan hidup selama 14 hari harus kita tanggung, selain itu kita bersama para donatur dari kalangan dunia usaha dengan pendampingan dari Muspika Kepanjen juga telah mengajukan bantuan paket sembako kepada Pemkab Malang yang akan kami distribusikan kepada warga masyarakat Jatirejoyoso,” tandasnya.(*)

Unira Malang

Pos terkait