Awali Ramadhan, TKSK Sumawe Semprot Pasar Dan Masjid Cegah Corona

  • Whatsapp
Foto : Giat TKSK Sumawe awali ramadhan dengan penyemprotan disinfektan

MALANGSATU.ID – Mengisi kegiatan awal Ramadhan, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial  Kecamatan) Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang melakukan penyemprotan pasar dan sarana ibadah antisipasi Covid-19.

“Kami mengisi giat Ramadhan, melakukan penyemprotan pasar dan sarana ibadah antisipasi Covid-19,” tegas Petugas TKSK Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Syaiful Arif.

Bacaan Lainnya

Pria yang juga Ketua Komunitas Sumawe Bersatu ini menuturkan, merebaknya Virus Corona di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, menambah semangat masyarakat dan berbagai komunitaa untuk terus  mengantisipasi penularan Covid-19.

TKSK bersama Komunitas Sumawe Bersatu, mitra Kementrian Dinas  Sosial ini melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan ini meliputi beberapa fasilitas umum seperti pasar Sitiarjo, gereja induk, masjid dan musholla.

Fasilitas umum ini berada di empat desa mulai dari Sitiarjo,Tambakrejo,
KedungBanteng dan Desa Tambakasri.

Penyemprotan bersama 30 personil ini berlangsung untuk yang kelima kalinya.

“Penyemprotan  hari ini masuk agenda kelima, mulai dari utara, selatan dan bagian tenggara wilayah Kecamatan Sumawe.Tujuannya,guna mencegah penularan Covid-19 agar tidak sampai merebak di wilayah Kecamatan Sumawe,” terang Syaiful.

Giat dijalankan dengan mengedepankan prinsip mencegah lebih daripada mengobati, penyemprotan ini dilakukan secara mandiri.

“Untuk dana penyemprotan ini dipikul bersama komunitas. Dalam hal ini kami sekedar minta ijin kepada pihak desa,” urai Syaiful.

Syaiful selaku petugas TKSK Dinas Sosial Kabupaten Malang menjelaskan pihaknya juga melakukan dropping beras dari Pemkab Malang sebanyak 5 ton.

Jumlah tersebut diperuntukkan warga miskin yang tidak dapat bantuan PKH maupun BNPT masing-masing 10 kg di 3 desa Harjokuncaran, Ringinkembar dan Tegalrejo.

Sementara itu, Kepala Desa Sitiarjo Mamiek Miniati mengungkapkan,untuk turut mencegah penularan Cofid-19 di desa ujung selatan Kabupaten Malang ini, pihaknya sudah mempersiapkan thermogun yaitu alat pengukur suhu tubuh.

Alat itu untuk memeriksa suhu tubuh warga yang berlalulintas khususnya dari luar daerah saat mudik lebaran nanti.

Ia menghimbau, dalam kondisi seperti saat ini seharusnya warga tidak mudik dulu. Karena salah satu faktor penularan virus Corona ini rentan dari warga pendatang, baik antar pulau bahkan dari luar negeri.

“Untuk itu, Pemerintah Desa Sitiarjo akan melakukan VPD sejumlah titik ruas jalan, dan itu akan menetapkan piket mulai dari perangkat desa, BPD, Linmas, tokoh masyarakat dan sejumlah relawan Covid-19,” pungkas Mamiek. (*).

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait