Cegah Penyebaran Covid-19, PD Jasa Yasa Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di seluruh Unit Wisata

  • Whatsapp
Foto : Kantor PD Jasa Yasa dilakukan penyemprotan disinfektan

MALANGSATU.ID – PD Jasa Yasa sebagai salah satu BUMD Pemkab Malang yang mengelola tempat wisata merasakan langsung dampak pandemi Covid-19 ini, apalagi Malang termasuk zona merah pandemi Covid-19 di wilayah Jawa Timur.

Dengan merebaknya Covid-19 ini, PD Jasa Yasa bergerak melakukan proses pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh obyek wisata dalam pengelolaan PD Jasa Yasa.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Direktur Administrasi PD Jasa Yasa, Husnul Hakim, bahwa dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 ini, pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan di semua obyek wisata yang dikelola PD Jasa Yasa.

“Kami sudah perintahkan semua unit untuk lakukan penyemprotan disinfektan di semua obyek wisata yang kita kelola, dan sudah dilakukan mulai kemarin”, ujarnya, Rabu 25/3/2020.

Foto : Penyemprotan disinfektan di loket Pantai Balekambang

Menurutnya, seluruh obyek wisata dibawah pengelolaan PD Jasa Yasa lakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Sterilisasi semua tempat wisata kami, seperti yang sudah dilaporkan oleh semua kepala unit, bahwa sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, seperti di Pantai Blaekambnag, pnatai Ngliyep, Pemandian Metro dan Dewi Sri pujon, serta di kantor PD Jasa Yasa”, ujarnya.

Menanggapi adanya surat edaran dari Disparbud Kabupaten Malang, tentang penutupan tempat wisata, Husnul Hakim mengatakan bahwa pihaknya akan mematuhi semua instruksi dan himbauan dari pemerintah.

“Kita ikuti dan patuhi instruksi dan himbauan pemerintah, karena untuk kebaikan bersama, karena tanpa ditutup pun, kondisi wisata hari ini sepi dan tidak ada pengunjung”, ujarnya.

Foto : Penyemprotan disinfektan di pantai ngliyep

Lebih lanjut, Husnul menmabahkan bahwa dampak dari Corona ini langsung dirasakan bagi pengelola wisata seperti PD Jasa Yasa.

“Dampkanya langsung ya, bagi kami langsung terasa, wisata lesu karena memang lagi darurat Covid-19”, ujarnya.

Husnul Hakim mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mencari solusi untuk menutupi biaya operasional perusahaan dalam kondisi seperti ini.

“Kami sedang upaya cari solusi, semoga segera berlalu musibah ini”, pungkasnya. (*)

Pondok Pesantren di Malang

Pos terkait